Jatigembol, 12 Desember 2025 – Pemerintah Desa Jatigembol bersama Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Kedunggalar menyelenggarakan pelatihan pertanian dengan fokus pada pembuatan booster tanaman. Kegiatan ini dilaksanakan di empat kelompok tani secara bergiliran pada tanggal 8 hingga 11 Desember 2025.
8 Desember 2025: Kelompok Tani Pilangsari, Dusun Pilangrejo
9 Desember 2025: Kelompok Tani Sri Rejeki, Dusun Wates
10 Desember 2025: Kelompok Tani Tani Mulyo, Dusun Pilangrejo
11 Desember 2025: Kelompok Tani Tani Makmur, Dusun Sumberagung
Pelatihan ini menghadirkan Bapak Kukuh Eko Santoso, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Jatigembol dari BPP Kecamatan Kedunggalar, serta Ibu Lilik Khoirul Rahmawati dari UPT Protelsi TPH Madiun yang bertugas sebagai POPD Kedunggalar.
Booster tanaman yang diperkenalkan menggunakan bahan sederhana dan mudah diperoleh, yaitu telur, madu, susu, nanas, air kelapa, dan air leri. Semua bahan dicampur dalam wadah tertutup, ditambahkan air sebanyak 10 liter, kemudian difermentasikan selama 7–10 hari sebelum digunakan.
Booster diaplikasikan pada tanaman padi sebanyak dua kali, yaitu sebelum dan sesudah 60 HST (Hari Setelah Tanam), dengan konsentrasi 250 ml per tangki berkapasitas 14 liter.
Booster tanaman ini berfungsi untuk:
Menyuplai kebutuhan unsur hara sehingga tanaman lebih sehat dan tahan terhadap penyakit.
Memaksimalkan pengisian bulir padi agar terlihat kuning dan mengkilat, sehingga meningkatkan kualitas hasil panen.
Melalui pelatihan ini, Pemerintah Desa Jatigembol berharap para petani dapat menguasai teknik pembuatan dan penggunaan booster tanaman secara mandiri. Dengan demikian, produktivitas pertanian desa dapat terus meningkat dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.