JATIGEMBOL – Pemerintah Desa Jatigembol menggelar musyawarah Rembuk Stunting pada Rabu (19/08/2026) bertempat di Aula Kantor Desa Jatigembol. Langkah strategis ini dilakukan untuk mempercepat pencegahan dan penurunan angka stunting terintegrasi di wilayah Desa Jatigembol.
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan (multistakeholder), di antaranya Kepala Desa beserta perangkat desa, BPD Jatigembol, Pendamping Desa, tim dari Puskesmas, KPM, kader Posyandu, serta perwakilan TP-PKK Desa Jatigembol. Turut hadir pula Camat Kedunggalar yang pada kesempatan ini diwakili oleh Eko Budi W.
Musyawarah dipimpin langsung oleh Indra Radwin Pramono dari unsur BPD Jatigembol, dengan Sri Priyati (BPD) bertindak sebagai notulis. Adapun jajaran narasumber yang mengawal jalannya pemaparan materi meliputi:
Budi Sulistyonarko (Kepala Desa Jatigembol)
Eko Budi W. (Perwakilan Camat Kedunggalar)
Widhiarti (PDD Kecamatan Kedunggalar)
Indah Sunarsih (Puskesmas)
Wahyu Setyorini (Kader Pembangunan Manusia / KPM Desa Jatigembol)
Acara diawali dengan penyampaian laporan tingkat konvergensi pencegahan stunting di Desa Jatigembol oleh KPM, Wahyu Setyorini. Dalam laporannya, disampaikan bahwa persentase konvergensi pencegahan stunting desa saat ini mencapai 49,68%.
Agenda kemudian dilanjutkan dengan paparan rancangan usulan program pencegahan stunting desa. Usulan ini disusun dari hasil pembahasan partisipatif bersama seluruh pemangku kepentingan, dengan menetapkan prioritas kegiatan berdasarkan persentase evaluasi laporan konvergensi yang ada.
"Rembuk stunting ini menjadi wadah krusial untuk mengevaluasi sekaligus menyelaraskan prioritas program, agar alokasi pencegahan stunting di desa kita benar-benar tepat sasaran," tegas Kepala Desa Jatigembol, Budi Sulistyonarko.
Setelah melalui proses diskusi intensif dan pembahasan materi secara mendalam, seluruh peserta rembuk menyepakati beberapa poin penting yang ditetapkan sebagai keputusan akhir musyawarah.
Desa Jatigembol berkomitmen untuk melanjutkan dan memperkuat program penanganan yang telah berjalan, antara lain:
Kelas Kebut Gizi (Ibu Sadar Gizi)
Program Kemping Asik
Kelas Ibu Produktif
Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Penyuluhan khusus bagi balita stunting serta ibu hamil dengan risiko tinggi (resti) stunting
Pelaksanaan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP)
Program Kunjungan Orang Tua Asuh yang disepakati sebanyak 4 kali dalam satu tahun
Dengan ditetapkannya kesepakatan ini, Pemdes Jatigembol bersama seluruh elemen masyarakat optimistis mampu menekan angka stunting dan mewujudkan generasi desa yang sehat, cerdas, serta berkualitas.