Jatigembol, 25 Agustus 2025 — Polindes Jatigembol kembali menggelar kegiatan kelas ibu hamil bertajuk “Bunda Smart” pada Senin pagi pukul 10.00 WIB. Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah ibu hamil dari wilayah sekitar yang antusias mengikuti materi edukatif seputar gizi dan kesehatan kehamilan.
Sebagai narasumber utama, Bu Triana, tenaga kesehatan puskemas kedunggalar, menekankan pentingnya pemenuhan gizi selama masa kehamilan untuk mencegah kelahiran prematur dan anemia. Ia memperkenalkan konsep ATIKA—singkatan dari Ati, Telur, Ayam—sebagai sumber protein hewani yang kaya zat gizi penting bagi ibu hamil.
“Kalau tidak bisa makan daging setiap hari, cukup dengan ATIKA. Ati mengandung zat besi tinggi, telur dan ayam juga sangat baik untuk pertumbuhan janin,” jelas Bu Triana.
Selain dari makanan, ibu hamil juga dianjurkan mengonsumsi tablet tambah darah (TTD) atau MMS (Multiple Micronutrient Supplement) sebanyak 180 tablet selama kehamilan. Bu Triana mengingatkan agar TTD tidak diminum bersamaan dengan teh, kopi, cokelat, atau susu karena dapat menghambat penyerapan zat besi. Sebaliknya, konsumsi bersama air putih, pisang, jus jambu, atau jeruk sangat dianjurkan untuk hasil optimal.
Waspada Mie Instan dan Natrium Tinggi
Dalam sesi tanya jawab, muncul kekhawatiran soal konsumsi mie instan. Bu Triana menegaskan bahwa mie instan sebaiknya dihindari karena kandungan natrium yang tinggi dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi pada ibu hamil.
Panduan Porsi Makan Sehat untuk Ibu Hamil
Untuk mendukung pertumbuhan janin dan kesehatan ibu, Bu Triana menyampaikan panduan porsi makan harian selama trimester kehamilan:
Jenis Makanan | Porsi Harian | Catatan Penting |
---|---|---|
Cemilan bergizi | 5 porsi | Nasi, singkong, telur, pisang rebus, ketela |
Protein nabati | 4 porsi | Tempe, kacang hijau, kacang-kacangan (hindari kedelai & kacang kelici) |
Sayur-sayuran | 4 porsi | Sayur santan boleh, asal tidak terlalu kental |
Buah-buahan | 4 porsi | Hindari durian, nanas, kelengkeng, anggur |
Minyak sehat | 5 sendok teh | Untuk memasak, tidak berlebihan |
Kegiatan ditutup dengan pembacaan hamdallah bersama, sebagai bentuk syukur atas ilmu yang didapat dan semangat kebersamaan antar peserta.