Pemerintah Desa Jatigembol, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, dengan bangga mempersembahkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun Anggaran 2026. Dokumen ini bukan sekadar deretan angka — ini adalah cerminan nyata dari prioritas, komitmen, dan kepercayaan warga yang dititipkan kepada seluruh jajaran pemerintah desa untuk dikelola dengan sebaik-baiknya.
Dengan total pendapatan mencapai Rp 1.871.074.100,00, APBDes 2026 dirancang untuk menjawab kebutuhan riil masyarakat: dari perbaikan jalan dusun, layanan kesehatan, pendidikan, hingga penguatan ekonomi warga melalui sektor UMKM dan pertanian. Kepala Desa Jatigembol, Budi Sulistyonarko, menegaskan bahwa pengelolaan anggaran ini akan berjalan secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.
Total pendapatan Rp 1,87 miliar bersumber dari lima pos utama:
Total Rp : 1.871.074.100,00
Yang patut dibanggakan adalah Pendapatan Asli Desa (PADes) menjadi kontributor terbesar, mencapai Rp 709,4 juta atau sekitar 37,9% dari total pendapatan. Ini menandakan kemandirian fiskal desa yang terus tumbuh dan tidak semata bergantung pada transfer pemerintah pusat maupun daerah.
Belanja Desa: Rp 1.920.646.197,42
Anggaran belanja dialokasikan ke dalam lima bidang prioritas:
Total Belanja : Rp 1.920.646.197,42
APBDes 2026 mencatat defisit sebesar Rp 49.572.097,42, yang akan ditutup melalui pos Pembiayaan senilai nominal yang sama, sehingga posisi netto tetap seimbang. Hal ini merupakan mekanisme yang lazim dalam penganggaran desa — bukan indikasi keuangan desa dalam masalah, melainkan perencanaan yang terukur dengan sumber pembiayaan yang sudah disiapkan.
Penyelenggaraan Pemerintahan Desa
Bidang Pekerjaan Umum mendapat alokasi terbesar dalam pos pembangunan, yakni Rp 338,2 juta. Sejumlah proyek jalan nyata yang akan dikerjakan meliputi: pavingisasi Jalan Dusun Sumberagung (RT 001 dan RT 006), pavingisasi Dusun Jatigembol RT 008, pavingisasi Dusun Pilangrejo RT 02, pavingisasi Dusun Wates RT 004, perkerasan jalan aspal rel kereta api, hingga pemeliharaan jalan rutin. Total ada 9 paket pekerjaan infrastruktur jalan dan fasilitas umum yang akan menyentuh seluruh penjuru desa.
Sub Bidang Kesehatan mendapat alokasi Rp 149.016.367, memastikan program posyandu, kesehatan ibu dan anak, serta layanan kesehatan dasar warga tetap berjalan optimal sepanjang tahun.
Sub Bidang Pendidikan mendapat Rp 58.800.000 untuk mendukung kegiatan PAUD, TK, dan pendidikan nonformal yang mendidik putra-putri desa.
Sub Bidang Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk Koperasi Desa Merah Putih mendapat Rp 41.450.000 untuk menguatkan daya saing usaha warga dari dalam desa.
Sebesar Rp 15 juta disiapkan khusus untuk keadaan mendesak dan penanggulangan bencana, memastikan desa mampu bergerak cepat ketika warga membutuhkan.
Pelaksanaan Pembangunan Desa
Pembinaan KemasyarakataN
Pemberdayaan Masyarakat
Penanggulangan Bencana, Darurat & Mendesak
Pemerintah Desa Jatigembol menegaskan komitmennya terhadap keterbukaan informasi publik. Seluruh rincian APBDes Tahun Anggaran 2026 ini dapat diakses melalui:
Warga diundang untuk aktif membaca, memahami, dan turut mengawasi penggunaan anggaran desa. Keterlibatan masyarakat adalah kunci terwujudnya pembangunan yang tepat sasaran dan berkeadilan.
"Anggaran desa adalah milik warga. Transparansi bukan pilihan — ini kewajiban. Setiap rupiah harus bisa dipertanggungjawabkan dan dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat Jatigembol"
— Budi Sulistyonarko, Kepala Desa Jatigembol
Unduh Lampiran:
APBDES 2026 DESA JATIGEMBOL: TRANSPARANSI KEUANGAN UNTUK PEMBANGUNAN YANG MERATA