JATIGEMBOL, KEDUNGGALAR – Sebagai bentuk komitmen terhadap keterbukaan informasi dan akuntabilitas, Pemerintah Desa Jatigembol menyelenggarakan Musyawarah Desa terkait Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Jatiroso untuk tahun buku 2025. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jumat, 17 April 2026, bertempat di Balai Desa Jatigembol.
Acara ini dihadiri oleh:
Kepala Desa Jatigembol, Bapak Budi Sulistyonarko, beserta Perangkat Desa.
Ketua dan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD).
Kasi PMD Kecamatan Kedunggalar, Bapak Ngatiman.
Pendamping Desa.
Seluruh Ketua RW di wilayah Desa Jatigembol.
Kegiatan diawali dengan pembukaan yang khidmat, dilanjutkan dengan serangkaian sambutan yang menekankan pada penguatan kelembagaan desa.
Kepala Desa Jatigembol, Budi Sulistyonarko, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kinerja pengurus BUMDes Jatiroso. Beliau menegaskan bahwa keberadaan BUMDes bukan sekadar entitas bisnis, melainkan pilar utama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Senada dengan hal tersebut, Ketua BPD memberikan catatan positif mengenai sinergi yang terjalin antara BUMDes dan lembaga desa lainnya dalam mengawal unit usaha yang berjalan.
Materi krusial disampaikan oleh Kasi PMD Kecamatan Kedunggalar, Bapak Ngatiman, serta Pendamping Desa. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya siklus pelaporan yang disiplin.
"BUMDes wajib melaporkan pertanggungjawabannya kepada Kepala Desa. Selain laporan tahunan, setiap 6 bulan sekali laporan berkala juga harus disampaikan kepada Pemerintah Desa. Hal ini sangat penting karena setelah bulan Juli, desa sudah mulai menyusun Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) untuk tahun berikutnya," jelas Ngatiman.
Lebih lanjut, ditegaskan bahwa pembagian laba atau bagi hasil dari BUMDes akan dialokasikan untuk menambah Anggaran Pendapatan Asli Desa (PADes), yang nantinya akan dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan atau program pemberdayaan.
Ketua BUMDes Jatiroso, Triono, memaparkan secara detail laporan keuangan dan perkembangan unit usaha. Meskipun dalam rencana jangka panjang BUMDes Jatiroso membidik sektor tanaman padi dan hortikultura, saat ini fokus utama masih pada pengembangan hortikultura.
"Saat ini unit usaha yang sedang berjalan dan menunjukkan progres signifikan adalah budidaya melon. Kami terus mengoptimalkan teknis penanaman dan pemasaran agar hasil panen memberikan keuntungan maksimal bagi desa," ujar Triono dalam pemaparannya.
Setelah musyawarah resmi ditutup, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan monitoring. Kepala Desa, Kasi PMD, Pendamping Desa, dan pengurus BUMDes meninjau langsung lokasi kegiatan usaha BUMDes Jatiroso untuk melihat kondisi riil di lapangan serta mengevaluasi perkembangan budidaya melon yang sedang berjalan.
Dengan terlaksananya LPJ ini, diharapkan BUMDes Jatiroso semakin profesional dalam mengelola potensi desa dan mampu menjadi motor penggerak ekonomi yang mandiri bagi Desa Jatigembol.